SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat – Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja menerima penghargaan tingkat nasional dalam ajang CNN Indonesia Awards 2026 kategori Excellence in Integrated Disaster & Crisis Management. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat penanganan bencana secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Direktur CNN Indonesia, Desi Anwar, kepada Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dalam acara CNN Indonesia Awards 2026 yang berlangsung di Ballroom Dua Mutiara, JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Bupati Asep mengatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja bersama pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menangani bencana, khususnya kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi.

“Alhamdulillah hari ini Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima apresiasi dari CNN Indonesia Awards 2026. Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam penanganan kekeringan maupun mitigasi bencana banjir di Kabupaten Bekasi,” ujar Asep.

Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah sendiri, melainkan membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari BPBD, BNPB, TNI-Polri, BBWS, PDAM, PMI, dunia usaha hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari upaya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan kondisi darurat. Dengan demikian, penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkab Bekasi untuk terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta membangun kolaborasi yang semakin luas dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Asep menjelaskan, salah satu upaya konkret yang telah dilakukan Pemkab Bekasi adalah penanganan dampak kekeringan melalui distribusi air bersih. Hingga September 2026, pemerintah daerah telah menyalurkan lebih dari 10 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut didistribusikan ke 296 titik yang tersebar di 45 desa pada 13 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Dalam pelaksanaannya, distribusi air bersih melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, Baznas, TNI-Polri, kawasan industri, serta elemen masyarakat.

Selain penyaluran air bersih, Pemkab Bekasi juga memberikan bantuan berupa air mineral siap minum, toren penampungan air, pompanisasi, serta pembangunan sumur satelit sebagai alternatif penyediaan sumber air bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Tidak hanya fokus pada penanganan kekeringan, pemerintah daerah juga terus melakukan langkah antisipasi terhadap potensi banjir, termasuk dampaknya terhadap lahan pertanian.

“Untuk antisipasi penanganan banjir dan kekeringan lahan pertanian, Pemkab Bekasi juga telah melakukan normalisasi sungai dan saluran sekunder di sejumlah wilayah,” ungkapnya.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Bekasi berharap sistem penanggulangan bencana di daerah semakin kuat, dengan dukungan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Bupati Asep menegaskan, penghargaan tingkat nasional tersebut bukan menjadi akhir dari upaya pemerintah daerah, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Bekasi. (ADV)