
SUARA BEKASI.ID, Cikarang Pusat – Sebanyak 154 kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (4/11/2026).
Dalam momentum tersebut, Asep mengingatkan para kepala desa agar menjalankan jabatan dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan dan membawa perubahan positif bagi masyarakat desa.
“Ini awal mulanya kita bekerja. Pertama, kita harus amanah dan menjaga diri sebagai pemimpin kepala desa. Kita juga harus berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Asep.
Ia juga menekankan pentingnya membangun persatuan pascapelaksanaan Pilkades. Para kepala desa terpilih diminta tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan pilihan politik maupun dukungan selama proses pemilihan berlangsung.
Asep menegaskan, seluruh warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan perhatian dari pemerintah desa. Bahkan, masyarakat yang sebelumnya mendukung calon lain harus tetap dirangkul dan dilibatkan dalam pembangunan.
“Semua adalah masyarakat saya. Saya berharap kepala desa yang terpilih juga memiliki empati kepada teman-teman kita yang belum terpilih, karena mereka juga akan menjadi bagian dari kita semua,” katanya.
Selain menjaga persatuan, Asep meminta para kepala desa membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menjalankan program prioritas daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebutkan, terdapat tiga sektor yang menjadi perhatian pemerintah daerah, yakni infrastruktur, kesehatan, dan perizinan. Ketiganya diharapkan dapat disinergikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing desa.
Dalam upaya pemerataan pembangunan, Asep juga mendorong agar setiap desa memiliki tiga titik pembangunan prioritas yang benar-benar mendesak. Usulan tersebut nantinya akan dibahas bersama DPRD Kabupaten Bekasi agar kebutuhan masyarakat desa dapat terakomodasi.
Di samping itu, Pemkab Bekasi merencanakan program pelayanan langsung ke setiap kecamatan mulai Januari 2027. Kegiatan yang dijadwalkan setiap Rabu tersebut akan menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan, pembayaran PBB, layanan UMKM, hingga informasi lowongan pekerjaan.
Asep berharap 154 kepala desa yang baru dilantik mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai agenda tersebut, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tersampaikan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi dari kebijakan dan keputusan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemimpin itu ibadahnya adalah kebijakan. Karena itu, kita tekankan kebijakan yang diambil harus pro-rakyat,” tandasnya. (ADV)




