SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat – Pemerintah Kabupaten Bekasi mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Pemanfaatan teknologi dinilai tidak lagi sebatas mendukung pekerjaan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, dalam kegiatan Digital Komunikasi Festival (Digikom Fest) Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) di Aula KH. Noer Alie, Gedung Bupati Bekasi, Cikarang Pusat, Rabu (16/9).

Menurut Endin, perkembangan teknologi telah membuat ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah ikut berubah. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat sekaligus informasi yang mudah diakses, jelas, akurat dan dapat dipercaya.

“Di era digital, masyarakat menuntut pemerintah yang cepat merespons, terbuka, serta mampu menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan terpercaya,” ujar Endin.

Karena itu, ia menilai kemampuan perangkat daerah dalam mengelola komunikasi dan informatika perlu terus ditingkatkan. Pemerintah daerah harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan sekaligus membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Digikom Fest 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perangkat daerah yang menunjukkan kinerja dalam pengelolaan komunikasi dan informatika. Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, mulai dari responsivitas terhadap insiden siber, statistik sektoral, pengaduan pelayanan publik, keterbukaan informasi, pengelolaan media sosial hingga penyampaian pesan antikorupsi.

Endin mengatakan, berbagai aspek tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas tata kelola pemerintahan. Keamanan siber diperlukan untuk melindungi data pemerintah, sementara statistik sektoral dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.

“Pengaduan masyarakat menjadi bagian penting dalam melihat dan memperbaiki kualitas pelayanan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan media sosial pemerintah agar tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga ruang edukasi bagi masyarakat.

“Media sosial harus dikelola secara edukatif serta informatif. Begitu pula pesan antikorupsi harus diwujudkan melalui integritas, transparansi, kepatuhan terhadap aturan, dan pelayanan yang adil serta profesional,” ujar Endin.

Menurutnya, penghargaan dalam Digikom Fest tidak seharusnya dimaknai sebagai tujuan akhir. Capaian tersebut harus menjadi pemicu bagi perangkat daerah untuk melakukan evaluasi dan melahirkan inovasi baru.

Bagi perangkat daerah yang memperoleh penghargaan, Endin berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan dan dikembangkan. Sementara bagi perangkat daerah yang belum mendapatkan penghargaan, hasil Digikom Fest diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja.

“Yang terpenting bukanlah siapa yang memperoleh penghargaan, melainkan bagaimana seluruh perangkat daerah mampu memberikan informasi dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Endin menambahkan, transformasi digital harus berjalan seiring dengan pembenahan tata kelola pemerintahan. Pemerintah Kabupaten Bekasi, kata dia, perlu terus membangun birokrasi yang responsif, terbuka, adaptif dan kolaboratif.

“Semoga Digikom Fest Tahun 2026 ini bisa terus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, responsif, dan terpercaya,” pungkasnya. (ADV)