
SUARABEKASI.ID, Cikarang Pusat – Sebanyak 416 peserta didik memulai perjalanan pendidikan baru di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Bekasi. Kehadiran mereka sekaligus menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Bekasi.
Momen tersebut ditandai dengan peresmian Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) oleh Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang Pusat, Senin (31/8).
Dalam kesempatan tersebut, Asep menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak-anak.
“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depannya hanya karena kondisi ekonomi atau keterbatasan yang dihadapi,” kata Asep.
Menurutnya, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
“Sekolah ini bukan sekadar tempat untuk belajar. Sekolah Rakyat adalah tempat untuk membangun harapan dan mempersiapkan masa depan,” tegasnya.
Dari total 416 peserta didik, sebanyak 237 siswa merupakan anak-anak dari Kabupaten Bekasi. Mereka terdiri atas 57 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Selain itu, terdapat 90 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 13 Kota Bekasi dan 89 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 43. Para siswa tersebut sebelumnya mengikuti pendidikan di sekolah rintisan sebelum melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat permanen 1 Kabupaten Bekasi.
Asep mengatakan bergabungnya ratusan peserta didik tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi.
“Kami berharap sekolah ini dapat menjadi tempat yang memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar, tumbuh, dan mempersiapkan masa depan mereka,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi. Dukungan tersebut melibatkan Pemerintah Pusat, Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, DPR RI, Pemerintah Kota Bekasi, serta berbagai pihak lainnya.
Menurut Asep, keberlanjutan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar kehadiran Sekolah Rakyat benar-benar menjadi jalan bagi anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan yang layak dan masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Pesan Asep kepada 416 Siswa
Di hadapan para siswa, Asep berpesan agar kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para peserta didik menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat dan kesungguhan.
“Anak-anakku yang saya banggakan, hari ini adalah awal dari perjalanan baru kalian. Di sekolah ini, belajarlah dengan sungguh-sungguh. Hormati guru, sayangi teman, dan jangan pernah berhenti memiliki cita-cita,” pesannya.
Asep juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan belajar di dalam kelas. Ketekunan, persahabatan, kedisiplinan, dan doa juga menjadi bagian dari proses tumbuhnya seorang anak.
“Dengan semangat, ketekunan dan doa, setiap langkah yang kalian tempuh akan mengantarkan kalian meraih cita-cita yang lebih besar,” tuturnya.
Ia meyakini para peserta didik Sekolah Rakyat dapat menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan daerahnya.
“Dari sekolah ini, saya yakin akan lahir generasi-generasi hebat yang kelak mampu membawa perubahan bagi keluarganya, daerahnya, dan juga bangsa Indonesia,” kata Asep.
Peresmian tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Bekasi. Kegiatan ditandai secara resmi sebagai awal perjalanan pendidikan para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi.
Usai kegiatan, Plt. Bupati Bekasi bersama rombongan meninjau sejumlah fasilitas yang tersedia di lingkungan sekolah. (RED)



